Psikologi
sesungguhnya meneliti kesadaran dan pengalaman manusia. Psikologi mengarahkan
perhatiannya pada perilaku manusia dan mencoba menyimpulkan proses kesadaran
yang menyebabkan terjadinya perilaku tersebut.
Ilmu
komunikasi berkaitan erat dengan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia,
yaitu pisikologi, karena komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan
pengalaman kesadaran manusia. Tujuan manusia berkomunikasi adalah untuk
menghasilkan suatu tindakan komunikasi efektif, yaitu menyampaikan apa yang ada
dipikiran komunikator, agar sama dengan apa yang dipikirkan oleh pihak
komunikan.
Psikologi
meneliti proses pengungkapan pikiran menjadi lambang terhadap perilaku manusia,
pikiran yang menjadi lambang serta bentuk-bentuk lambang. Pada saat pesan
sampai pada diri komunikator, psikologi melihat ke dalam proses penerimaan
pesan, menganalisa faktor-faktor personal dan situasional yang mempengaruhinya,
dan menjelaskan berbagai corak komunikan ketika sendirian atau kelompok.
Rakhmat
(2018) menyatakan bahwa dilihat dari segi perkembangannya, komunikasi memang dibesarkan
oleh para peneliti psikologi. Tiga diantara empat orang Bapak Ilmu Komunikasi
berasal dari para tokoh yang memiliki latar belakang psikologi.
Mereka
adalah Wilbur Schramm yang merupakan sarjana psikologi. Kurt Lewin adalah ahli
pisikologi dinamika kelompok. Ia memperoleh gelar doktornya dalam asuhan Koffa,
Kohler dan Wertheier, tokoh-tokoh psikologi Gestalt. Paul Lazarsfeld, pendiri
ilmu komunikasi lainnya, adalah psikolog yang banyak dipengaruhi Sigmund Freud,
bapak psikoanalisis. Carl I Hovland, adalah seorang yang dididik dalam
psikologi, dan selama hidupnya memilih karya psikologi. Ia pernah menjadi
asisten Clark Hull, tokoh psikoanalisis dalam aliran behaviorisme. Menarik
sekali bahwa semua aliran besar dalam pisikologi diwakili oleh para peletak
dasar ilmu komunikasi.
Walaupun
demikian, komunikasi bukanlah subdisiplin dari pisikologi. Sebagai ilmu,
komunikasi menembus banyak disiplin ilmu. Sebagai gejala perilaku, komunikasi
dipelajari oleh bermacam-macam disiplin ilmu, antara lain sosiologi dan
pisikologi.
Hovland
mendefinisikan komunikasi sebagai “the
process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually
verbal) to modify the bahavior of other individuals (the audience)". Dance
(1967) mengertikan komunikasi dalam kerangka psikologi behaviorisme sebagai
usaha “menimbulkan respon melalui lambang-lambang verbal yang bertindak sebagai stimuli”.
Fisher
menyebutkan empat ciri pendekatan pisikologi pada komunikasi:
1. Penerimaan stimulus
secara indrawi (sensory reception of
stimulus)
2. Proses yang
mengantarai stimulus dan respons (internal
mediation of stimulus)
3. Prediksi respons (prediction of responses)
4. Peneguhan respons (reinforcement if response)
Psikologi
melihat komunikasi dimulai dengan dikenainya masukan kepada organ-organ penginderaan
kita yang berupa data stimuli berbentuk orang, pesan, suara, warna dan lain
lain. Psikologi komunikasi melihat bagaimana respon yang terjadi pada masa lalu
dapat meramalkan respons yang akan datang. Kita harus mengetahui sejarah respons
sebelum meramalkan respons individu ini. Dari sini timbullah perhatian pada
gudang memori dan penghubung masa lalu dan masa sekarang.
Daftar Pustaka :
Dance, F.E.X. (1967). Human Communication Theory: Original Essays.
New York: Holt, Rinehart, Winston
Rakhmat, Jalaludin. (2018).
Psikologi Komunikasi Edisi Revisi.
Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Komala, E., & Rabathy,
Q. (2020). Psikologi Komunikasi Konsep
Dasar. Bandung: Fisip Unpas Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar